Showing posts with label Teen. Show all posts
Showing posts with label Teen. Show all posts

The Word Of Love

Cinta seperti matahari, ia tetap bercahaya. Walau malam menjelma, cahayanya pada bulan tetap menerangi kekadang ia juga gerhana tetapi akan kembali jua kecerahannya.
Cinta adalah santapan jiwa. Jiwa tanpa cinta bagai rumah yang kosong. Cinta tanpa menjiwai bagai layang-layang putus tali.
Cinta adalah buta…cinta tidak mengenal usia, paras rupa, mahupun kekayaan dan harta karun, tetapi dari keikhlasan dari hati setiap insan antara satu sama lain.
Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadang kala dibalas dengan sikap tidak sopan. Jika cinta suci tidak datang daripada tabiatnya, maka tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.
Sayang tidak bermaksud cinta. Suka tidak serasi dengan cinta. Kagum tidak bererti cinta. Bangga tidak semestinya cinta. Cinta adalah CINTA .
Cinta itu seperti sinar matahari, memberi TANPA mengharap kembali. Cinta itu seperti sinar matahari, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari. Cinta itu seperti sinar matahari yang MEMBERI KEHANGATAN DI HATI..

Cinta umpama ‘treasure hunt’. Cita cita dan tujuan kita satu untuk menuju ke penamat yang paling mengembirakan. Namun di dalam perjalanan kita akan menghadapi pelbagai rintangan dan cabaran. Andainya tidak mampu meneruskan, kita akan tersungkur dan hadiah utamanya akan di kebas oang lain. Tetapi tak usahlah kecewa. Walaupun hadiahnya tidak kita perolehi, tetapi keseronokannya kita sudah rasa. Jadi bercintalahsepenuh hati. Namun janganletakkan harapan terlalu tinggi.

Kekecewaan terlalu pahit untuk ditelan, terlalu payah untuk dilupakan namun dalam cinta pasti akan merasai kecewa dan dikecewakan walau bukan itu matlamat dalam setiap percintaan.

Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu kerana orang itu takut kau berpaling dan menjauhinya. Dan bila dia suatu masa hilang dari pandanganmu….kau akan menyedari dia adalah cinta yang tidak pernah kau sedari….
Cinta suatu yang indah, cinta boleh buat kita gundah, cinta buat hati berdarah dan cinta jua boleh membawa kesalan yang tak sudah.

sumber: untukku.com

salam.
squadkuna

Menghianati Orang Yang Kamu Sayang??

squadkuna(dot)blogspot(dot)com - Pernah dikhianati seseorang? Pernah dikhianati oleh Pacar kamu? pasti pernah kan? Rasanya sakit banget, saat tahu orang yang kita sayangi malah mengkhianati kita. Sakitnya akan terus terasa, apalagi kalo kita teringat lagi sama dia? Dada ini terasa sangat sesak dan sakit sampai ke ujung tulang? Bagi yang pernah dikhianati pasti akan tahu rasanya.

Yups, mungkin kepikiran sama kamu ingin membalas rasa sakit hati itu? itu sah dan wajar-wajar aja. Nggak ada orang yang ngelarang kok, asal kamu jangan keterlaluan atau maen kekerasan untuk membalas sakit hati kamu itu. Pergunakan cara halus, biar kamu bisa balas mengkhianati dia, membalas sakit hati kamu, tanpa dia sadari.

Ada tips sederhana buat kamu yang ingin “mengkhianati” orang tanpa dia sadari atau bahkan takkan meninggalkan penyesalan di hati kamu.

Langkah pertama : Cari tahu tentang dia sedetil-detilnya, mulai dari hobinya, sifatnya, sampai hal-hal kecil yang sering dia lakukan. Tanamkan kepercayaan pada dirinya, penuhi semua kebutuhan atau kemauan dia, hingga dia benar-benar merasa nyaman berada dekat dengan kamu, hingga dia benar-benar yakin kalau kamu itu benar-benar sayang sama dia.

Kedua, cari tahu hal-hal apa saja yang dia takutkan, dan apa saja dalam hidupnya yang membuat dia tidak percaya diri atau merasa minder. Mungkin dari segi ekonomi, latar belakang keluarga atau mungkin dari segi fisik mungkin?

Ketiga, mulailah kamu mengkhianati dia (secara sembunyi-sembunyi tentunya) dengan cara mulai kencan, atau mencari seseorang yang punya sesuatu yang tidak dia miliki. Misal, bila dia nggak punya mobil, mulailah kamu kencan dengan seseorang yang punya mobil. Bila dia gemuk, mulailah kamu kencan dengan orang yang atletis.

Keempat, It’s show time, saat dia (orang yang ingin kamu khianati) dalam keadaan terpuruk, atau sedang dalam keadaan benar-benar down dan lagi benar-benar butuh sama kamu, mulailah kamu membuka tabir pengkhianatan kamu, perselingkuhan kamu dengan orang-orang yang notabene jauh lebih baik dari dia. Dan bisa dipastikan dia akan merasakan sakit yang teramat sangat. Atau bila kamu merasa tak tega, kamu bisa menciptakan sedikit “kecelakaan atau sandiwara” pura-pura, tanpa sengaja kamu ketahuan selingkuh.

Kelima, biar kamu nggak terlalu menyesal karena mengkhianati dia, kamu ingat-ingat lagi deh saat dimana dia mengkhianati kamu. Hingga akhirnya kamu pun akan berkata “wajar”, seorang pengkhianat, memang pantas dikhianati.

Terakhir artikel ini tidak menyarankan kamu untuk mengkhianati seseorang, ini sebagai pembelajaran. Biar semua orang tahu bahwa pengkhianatan tak bisa ditolerir dimanapun dan kapanpun. Karena kedua belah pihak pasti akan merasakan suatu kerugian dari adanya pengkhiatan tersebut.

So, buat kamu-kamu yang pernah mengkhianati seseorang, buruan bertobat. Sebelum ada pembalasan yang serupa yang bakal menimpa kamu. Bukan menakuti-nakuti, tapi budaya kita, emang percaya pada apa yang disebut hukum karma, benar kan?

sumber : untukku.com salam. squadkuna

gimana caranya LDR(Long Distance Relation Ship)??

Long Distance Relation Ship ato biasa di bilang hubungan jarak jauh,emang kalo dibayangin tuh ga enak bnget iah?pas qta bete,gag ada dia uat hibur kita,pas kita sedih juga..eits..jangan salah LDR tu gampang kug kalo kamu emang serius ama dia..

TIPS..!

  • Jangan pernah ngebandingin hubungan kamu yang LDR ama hubungan temen kamu yang jarak deket,tu cuma bkin kamu sedih aja..
  • Percaya ama pasangan kamu kalo dia emang bisa dipercaya.n kamu juga harus bisa ngejaga kepercayaan yang dia kasih ke kamu..
  • JANGAN SELINGKUH..!Selingkuh itu artinya kamu uda berkhianat,uda ga bisa dipercaya,kalo kamu udah ngelakuin yang namanya SELINGKUH,gak usah deh ngomong sayang,cinta lagi,gak usah jadi orang yang telat buat nyelametin hubungan kamu,karena apa??SELINGKUH ITU ARTINYA MENGUSIR SECARA KASAR PASANGAN DENGAN CARA YANG GA ETIS BANGETT,kalo dia tauk,pasti gag ada ampun lg,kcuali kalo emang dia syg bget ama kmu en bsa ngasih kamu kesempatan kedua,,(cailaa)
  • Kalo lagi esemesan ato telpo-telponan,jangan keseringan deh nanya “udah maem blomm?lagi apa?”..basi tauk gak..yang kreatif dkit aja..tnya gni “bunda kamu sehat?kamu kangen ga sama aku?pasti pasangan kamu bakal ngerasa kalo kamu serius ama dia..
  • STOP GOMBAL NAN LEBAY..!gombal boleh kug sekedar buat cayang-cayangan,py kalo lebay,pasti pasangan kamu bete dun..n ada yang bilang gni “kalo pasangan keseringan ngomong sayang,ada kemungkinan dia ga sayang ama kita”,,gamaw kan dianggep kaya gitu ama orang yang kita sayang,wong kita tulus bener-bener sayang kug malah dianggep gitu gara” kebanyakan ngegombal.
  • Terima dia apa adanya…hayoo,,jangan cuma gara-gara dia potong rambut model cepak yang bikin muka dia jdi jlek kamu protes en ngancem putusin dia,loh?katanya terima apa adanya??

iah mungkin ini bisa uat bantu-bantu kamu lah.

kalo ada kata iang salaa,maapin iah..(n.n)

sumber : http://mandacygpanda.blog.friendster.com/

salam.

squadkuna

Cinta Awet Seperti Permen Karet

Ingin cintamu Awet, seperti permen karet ? waktu pdkt, terasa manis dan butuh perjuangan, buat memperoleh cintanya. Namun kok, makin deket, mulai terasa basi ya ? Wah … bahaya ! lebih baik, kamu perhatiin lagi resep jitu, agar cinta doimu tetap menderu dan sekaligus menjaga agar doi kamu ngga’ mendua :

1. Jujur

Bila ada yang tidak kita sukai dari doi, lebih baik jujur. Kalo’ perlu, obrolin saat kita dan dia sedang berduaan saja. Ngga’ apa-apa kok, agak sakit sedikit, tapi enak belakangan hari. Seperti, kita ngga’ suka melihat kalo’ doi terlalu baik, mau mengantarkan semua teman cewe’nya. Ya boleh deh, kita terus terang aja, daripada saling sindir atau berantem.

2. Be Yourself

Jadi diri sendiri, paling baik. ngga’ perlu mengubah diri kita menjadi orang lain. Misalnya, kita biasa mengenakan baju casual, jangan lantas berubah pake tank top, rok mini, hanya karena doi.

3. Tulus

Bila kamu mencintai dia, ya tulus aja. Jangan berharap dia akan membalas dengan jumlah sama. Bila sudah menolong dia, misalnya, jangan diungkit-ungkit atau jadi perhitungan

4. Terbuka

Ngga’ perlu bohong, soal teman-teman kamu. Terbuka aja, selama ini kita deket dengan siapa dan biasa menghabiskan waktu dimana. Selain doi jadi ngga was-was, kamu juga enak, ngga’ perlu sembunyi-sembunyi.

5. Kata “Maaf”

Maaf memang ada batasnya. Namun, ngga’ ada salahnya juga kamu selalu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia. Pasti ada salah dan ngga’ sempurna. Kita sendiri kan ngga’ perfect.

6. Kejutan

Jangan segan kita memberi kejutan buat sidia. Misalnya, kita buatkan makanan kesukaannya atau bawakan sekotak coklat. Mmmmm … doi pasti tambah care sama kamu.

7. Care

Perhatian ! Pasti.Nngga’ perlu mengorbankan rupiah, tapi perhatian sekecil apapun berguna banget. Misalnya, doi sakit. Cek deh, sudah makan apa belum. Atau tengok sebentar saja, bagaimana dengan pelajaran dia yang tertinggal.

8. Dekat Keluarga

Awas ! Pacaran dengan doi, berarti kita juga wajib dekat dengan keluarganya. Minimal, kamu kenal dengan mereka. Sehingga, jika ada apa-apa, komunikasinya mudah. Kamu pun bisa mendapat dukungan dari mereka lho.

9. Ngga’ Posesif

Memang sih, ngga’ enak kalo’ ngeliat doi kita akrab dengan banyak orang. Tapi ngga’ perlu posesif, kamu selalu memantau dia ada dimana, bersama siapa, dan lagi ngapain. Wah, lama-lama bete juga lho, diawasi seperti pesakitan !

10. Hargai Privacy

Meskipun kita dan doi terbuka, ngga’ semua hal bisa dibicarakan berdua. Hargai juga privacy dia. Apa yang perlu kita ketahui dan apa yang sebaiknya jangan kita campuri.


diambil Squadkuna dari untukku.com

Kebahagiaan Itu Dibuat, Bukan Dicari

Jika membicarakan kebahagiaan, tentu kita ingat juga kata cinta. Sebab kebahagiaan identik dengan keberadaan cinta. Kita harus mengetahui diri sendiri, apa yang membuat kita merasa bahagia.

Sebab, kebahagiaan harus kita sendiri yang membuat, bukan kita yang mencarinya.

Pabrik kebahagiaan berada di dalam sanubari kita sendiri. Percuma Anda pergi ke ujung dunia untuk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan tak akan Anda dapatkan di mana pun, kecuali Anda yang membuat diri berbahagia di mana pun dan kapan pun.

Faktor yang paling penting untuk membuat kita tetap sehat, sejahtera, dan bahagia, adalah mencintai dan merasa dicintai.

Bersikaplah realitis dan rencanakan sejumlah mukjizat untuk diri sendiri dan merasakan kebahagiaan itu datang dan terjadi pada kita, sebab cinta itu perlu keutuhan tubuh, pikiran, dan jiwa. Cinta seperti segala sesuatu lainnya adalah sebuah pilihan.

Pada setiap saat dalam perjumpaan dengan orang lain, atau dalam setiap pikiran tentang diri kita sendiri, kita memiliki suatu pilihan: entah untuk menghakimi atau coba untuk mengerti terhadap apa yang sedang dihadapi, yang harus dijalani, dan yang akan direncanakan.

Energi Cinta

Cinta adalah energi. Rasakan energi itu mengalir ke dalam bagian tubuh kita, maka kita merasakan satu kehangatan, kedamaian, dan kebahagiaan, memasuki tubuh dan sanubari.

Dan energi cinta itu tidak harus selalu kita dapatkan dari luar.

Justru yang paling manjur adalah cinta yang dihasilkan dari diri kita sendiri.

Dengan mencintai dan jujur pada diri kita sendiri tentang arti cinta, maka kita tidak akan menyia- nyiakan cinta yang sudah ada dan ber- tumbuh dalam diri kita. Itulah awal pabrik kebahagiaan berproduksi dalam hati.

Sering terjadi pada banyak pasangan yang menyia-nyiakan perasaan cinta, yang tadinya menjadi suatu awal untuk keputusan hidup bersama. Kita sering lengah untuk memelihara cinta tersebut.

Cinta yang dalam adalah dalam bentuk kasih sayang yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah otot dalam tubuh kita, semakin dilatih dan dipelihara, maka akan jadi semakin kuat dan semakin bermanfaat untuk melancarkan gerakan dalam hidup.

Pada saat cinta mulai memudar dan perlahan tapi pasti kasih sayang terhadap pasangan mulai menghilang, maka kita baru sadar bahwa selama ini kita tidak menghargai keberadan cinta pasangan kita.

Di saat kita memiliki penuh, justru kita sia-siakan! Tetapi, di saat kita mulai merasa terancam kehilangan, kita berusaha mati-matian untuk mendapatkan pengakuan bahwa dia harus tetap menjadi milik kita!

Sayangnya, dalam berjuang mempertahankan atau mencoba mengembalikan cinta pasangan, yang banyak terjadi adalah kita tidak kembali merebut cinta dengan cinta. Kita salah langkah, salah bertindak, juga salah mengadaptasikan kembali cinta itu pada keharmonisan hubungan.

Maka, yang terjadi adalah cinta semakin jauh untuk dikembalikan, semakin jauh untuk diraih, karena kita membuat hubungan menjadi semakin membara dengan argumentasi yang mau menang sendiri, dengan amarah yang panas dan membuat cinta menjadi hanya legenda yang pernah ada dalam hubungan sebagai pasangan. Cinta musnah dibakar api amarah dan cemburu.

Mudah Sirna

Kenapa cinta yang membawa kebahagiaan pada pasangan menjadi begitu mudah sirna? Cinta yang demikian cepat pudar dan akhirnya lenyap dimakan waktu, antara lain adalah cinta yang diawali kata “karena” atau kata “kalau”.

Cinta bisa abadi dan penuh toleransi jika sudah melebur dan berubah menjadi cinta dimulai dengan kata “walau” atau “walaupun”.

Contoh cinta yang diawali kata “karena” adalah “Karena kamu cantik, maka aku mencintaimu!” Kemudian, “Karena kamu seorang direktur, maka saya mencintaimu!”

Lalu, contoh cinta yang diawali kata “kalau” adalah “Kalau kamu cinta saya, maka kamu seharusnya memenuhi kebutuhan saya!” atau “Kalau kamu cinta saya, maka kamu selalu memperhatikan saya!”

Nah, bandingkan bunyi kalimat cinta yang diawali kata “walau”.

“Walaupun hidup kita kekurangan, tetapi saya tetap mencintaimu!” Begitu juga dengan, “Walau kamu sekarang di-PHK, saya tetap mencintaimu!” atau “Walau sekarang kulitmu sudah keriput, aku tetap mencintaimu!”

Banyaknya pasangan yang membekali diri untuk hidup bersama dengan cinta berawalan “karena” dan “kalau”, maka keluhan yang paling sering terdengar dalam ruang konsultasi adalah “serumah, tapi terasa asing” dan “setempat tidur, tapi tidak tertarik lagi”.

Cinta “karena” dan cinta “kalau” mudah pudar dan luntur. Berbeda dengan cinta “walau” yang penuh toleransi, penuh pengertian, bahkan penuh maaf atas apa yang terjadi pada pasangan kita.

Kita mampu berkata, “Walau kamu menyakiti saya, tetapi saya tetap menyayangimu.”

Pilihan ada pada diri kita sendiri, mau berbahagia ya berusahalah dan berjuanglah dalam membuat kebahagiaan itu di sanubari kita.

Sebab, kebahagiaan itu merupakan energi yang menular. Kita tidak bisa membuat orang di lingkungan kita berbahagia, tanpa diri kita sendiri bahagia.

Bagaimana kita mau membuat orang di sekitar tersenyum, jika kita sendiri tidak mampu tersenyum karena hati penuh energi busuk yang dihasilkan dari amarah, rasa benci, jengkel dan merasa dipermainkan, dan sebagainya?

diamblil squadkuna dari untukku.com

cinta, makna dan artinya

Cinta itu misteri, tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kedalamannya. Cinta
adalah sebuah semudera yang kedalamannya tak terukur. Cinta tak dapat ditemukan
dalam belajar dan ilmu pengetahuan, buku-buku dan lembaran-lembaran halaman.
Apa yang dikatakan orang tentang cinta adalah kulitnya. Intisari cinta adalah
misteri yang tak dapat kau singkap!!

Cinta!! Kata yang satu ini sungguh unik, misterius dan ibarat adat dalam budaya
Minangkabau, “Tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan”,
di mana-mana dan kapan saja, selalu muncul dengan dimensi yang “dianggap”selalu
berbeda-beda. Karena alasan cinta juga, Adam pernah memperturutkan kehendak Hawa,
untuk mendekati si pohon terlarang. Akibatnya, keduanya tercampak dari surga
yang tinggi, harus hidup menetap di bumi manusia. Di berbagai belahan dunia yang
berbeda-beda, cinta pernah melahirkan Romeo dan Juliet ala William Shakspeare,
pernah membentuk wujud Rama dan Sinta dalam dunia wayang, pernah mencuatkan kisah
Laila dan Majnun, pernah menitis dalam banyak lakon-lakon di dunia layar lebar
atau sinetron televisi. Di luar soal benar tidaknya sudut pandang cinta yang
mereka gombar-gmborkan itu, cinta laris dijajakan banyak pihak. Para manager
bisnis perfilman, para event organiser, para penerbit, produser dan kalangan
pebisnis lainnya, seringkali memanfaatkan tema “cinta”, untuk mengeruk
keuntungan sebanyak-banyaknya.


Nah, ketidakpahaman banyak pihak terhadap makna cinta sesungguhnya, atau kesalahpahaman
banyak orang dalam memaknai cinta, akhirnya menjadi sasaran empuk dunia bisnis
entertainment, dengan seabrek variasinya. Cinta, yang selalu diidentikkan dengan
nafsu, akan amat banyak makanan tidak sehat yang bisa disajikan, dan dijamin
laris manis, kalau dijajakan secara apik dan menarik. Dengan alasan itu, sebelum
berbagai topik tentang cinta digulirkan, sebaiknya kita menelaah lagi beberapa
hal yang terkait dengan cinta, termasuk makna dan definisinya.


Definisi Cinta


Imam Ibnul Qayyim ? mengatakan bahwa tidak ada batasan cinta yang lebih jelas
daripada cinta itu sendiri. Membatasi makna cinta, justru hanya akan menambah
kabur dan kering maknanya. Maka, definisi dan penjelasan cinta tersebut tidak
bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.


Kebanyakan orang hanya berupaya memberikan penjelasan tentang cinta, dilihat
dari sisi latar belakang munculnya cinta tersebut, konsekuensi, tanda-tanda,
hal-hal yang bisa mencuatkan eksistensi cinta itu, dan hasil atau buah dari cinta,
serta hukum-hukum yang terkait dengan cinta. Maka, batasan dan gambaran cinta
yang mereka berikan hanya berkutat pada enam hal di atas walaupun masing-masing
berbeda dalam cara mendefinisikannya, tergantung pada pengetahuan, kapasitas
dan kemampuan memahaminya.


Meski demikian, ada juga sebagian di antara kelompok manusia yang mendefinisikan
cinta dengan takaran makna yang bisa dimaklumi. Beberapa definisi cinta antara
lain sebagai berikut :


* Kecenderungan seluruh hati yang terus menerus (kepada yang dicintai)


* Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintai


* Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan
harta sendiri, seiya sekata dengannya, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan,
kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masik kurang


* Pengembaraan hati karena mencari yang dicintai, sementara lisan senantiasa
menyebut-nyebut namanya


* Menyibukkan diri untuk mengenang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya


Demikian diungkapkan oleh Ibnul Qayyim ?. Itu makna cinta, dalam skala definisi
dan penjabaran ringkasnya.


Di lain kesempatan, Ibnul Qayyim ? menjelaskan, “Cinta dapat dirumuskan
dengan memperhatikan turunan kata cinta, mahabbah, dalam Bahasa Arab. Mahabbah
berasal dari kata hubb. Ada lima makna kata untuk akar kata hubb. Pertama, ash-shafa
wa al-bayadh, putih bersih. Bagian gigi yang putih bersih disebut habab al-asnan.
Kedua, al-‘uluww wa azh-zhuhur, tinggi dan kelihatan. Bagian tertinggi
dari air hujan yang deras disebut habab al-ma’i. Puncak gelas atau cawan
disebut habab juga. Ketiga, al-luzum wa wa ast-tsubut, terus-menerus dan konsisten.
Unta yang menelungkup dan tidak bangkit-bangkit dikatakan habb al-ba’ir.
Keempat, lubb, inti atau saripati sesuatu. Biji disebut habbah, karena itulah
benih, asal, dan inti tanaman. Jantung hati, kekasih orang yang tercinta disebut
habbat al-qalb. Kelima, al-hifzh wa al-imsak, menjaga dan menahan. Wadah untuk
menyimpan dan menahan air agar tidak tumpah disebut hibb al-ma’i.”


Baiklah. Itu adalah sekian makna cinta yang dikupas oleh Ibnul Qayyim ?, berdasarkan
akar kata dari mahabbah, yang artinya cinta. Luas dan cukup padat maknanya. Karena
cinta memang merupakan olahan rasa dalam lubuk jiwa, memuat sekian bentuk rasa,
kondisi, situasi dan keterikatan, membaur dalam nuansa rasa yang unik, hanya
dapat dirasakan, namun sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terkadang, cinta itu
berbaur dengan ragam rasa lainnya, bisa kita sebut dinodai atau dikotori oleh
perasaan-perasaan lain, yang terkadang dianggap orang sebagai bagian dari cinta
tersebut. Mereka yang tidak mengenal substansi cinta sejati, akan mudah terperdaya
oleh gerombolan liar perasaan yang mencoreng kesucian cinta. Sehingga, umat manusia
pun terjebak dalam definisi-definisi mandul tentang cinta.


Seperti disebutkan Ibnul Qayyim ? di atas, sebagian orang mendefinisikan cinta
melalui beberapa hal. Pertama, dari berbagai latar munculnya cinta. Kedua, dari
berbagai konsekuensinya. Ketiga, dari tanda-tanda yang muncul saat orang terbuai
cinta. Keempat, dari berbagai hal yang bisa mendongkrak potensi cinta. Kelima,
dari hasil yang

Words I love You in Different Languages



Language of love is an expression of the heart that we usually say to people we love that form of words "I love you". Below are the expressions I love you in different languages.
 

Afrikaans - Ek het jou lief
Albanian - Te dua
Arabic - Ana behibak (to male)
Arabic - Ana behibek (to female)
Armenian - Yes kez sirumen
Bambara - M’bi fe
Bangla - Aamee tuma ke bhalo aashi
Belarusian - Ya tabe kahayu
Bisaya - Nahigugma ako kanimo
Bulgarian - Obicham te
Cambodian - Soro lahn nhee ah
Cantonese Chinese - Ngo oiy ney a
Catalan - T’estimo
Cheyenne - Ne mohotatse
Chichewa - Ndimakukonda
Corsican - Ti tengu caru (to male)
Creol - Mi aime jou
Croatian - Volim te
Czech - Miluji te
Danish - Jeg Elsker Dig
Dutch - Ik hou van jou
Esperanto - Mi amas vin
Estonian - Ma armastan sind
Ethiopian - Afgreki’
Faroese - Eg elski teg
Farsi - Doset daram
Filipino - Mahal kita
Finnish - Mina rakastan sinua
French - Je t’aime(to male), Je t’adore(tofemale)
Gaelic - Ta gra agam ort
Georgian - Mikvarhar
German - Ich liebe dich
Greek - S’agapo
Gujarati - Hoo thunay prem karoo choo
Hiligaynon - Palangga ko ikaw
Hawaiian - Aloha wau ia oi
Hebrew - Ani ohev otah (to female)
Hebrew - Ani ohev et otha (to male)
Hiligaynon - Guina higugma ko ikaw
Hindi - Hum Tumhe Pyar Karte hae
Hmong - Kuv hlub koj
Hopi - Nu’ umi unangwa’ta
Hok kian - wa ai lu
Hungarian - Szeretlek
Icelandic - Eg elska tig
Ilonggo - Palangga ko ikaw
Indonesian - Saya cinta padamu
Inuit - Negligevapse
Irish - Taim i’ ngra leat
Italian - Ti amo
Japanese - Aishiteru
Kannada - Naanu ninna preetisuttene
Kapampangan - Kaluguran daka
Kiswahili - Nakupenda
Konkani - Tu magel moga cho
Korean - Sarang Heyo
Latin - Te amo
Latvian - Es tevi miilu
Lebanese - Bahibak
Lithuanian - Tave myliu
Malay - Saya cintakan mu / Aku cinta padamu
Malayalam - Njan Ninne Premikunnu
Mandarin Chinese - Wo ai ni
Marathi - Me tula prem karto
Mohawk - Kanbhik
Moroccan - Ana moajaba bik
Nahuatl - Ni mits neki
Navaho - Ayor anosh’ni
Norwegian - Jeg Elsker Deg
Pandacan - Syota na kita!!
Pangasinan - Inaru Taka
Papiamento - Mi ta stimabo
Persian - Doo-set daaram
Pig Latin - Iay ovlay ouyay
Polish - Kocham Ciebie
Portuguese - Eu te amo
Romanian - Te ubesk
Russian - Ya tebya liubliu
Scot Gaelic - Tha gra\dh agam ort
Serbian - Volim te
Setswana - Ke a go rata
Sindhi - Maa tokhe pyar kendo ahyan
Sioux - Techihhila
Slovak - Lu`bim ta
Slovenian - Ljubim te
Spanish - Te quiero / Te amo
Swahili - Ninapenda wewe
Swedish - Jag alskar dig
Swiss-German - Ich lieb Di
Tagalog - Mahal kita
Taiwanese - Wa ga ei li
Tahitian - Ua Here Vau Ia Oe
Tamil - Nan unnai kathalikaraen
Telugu - Nenu ninnu premistunnanu
Thai - Chan rak khun (to male)
Thai - Phom rak khun (to female)
Turkish - Seni Seviyorum
Ukrainian - Ya tebe kahayu
Urdu - mai aap say pyaar karta hoo
Vietnamese - Anh ye^u em (to female)
Vietnamese - Em ye^u anh (to male)
Welsh - ‘Rwy’n dy garu
Yiddish - Ikh hob dikh
Yoruba - Mo ni fe

Ngomogin Soal Cinta??

Berbicara tentang masalah cinta memang tidak akan pernah ada habisnya. Satu hal yang terlihat sederhana, namun dalam aplikasinya memiliki keruwetan yang luas biasa. Yah, itulah cinta.

Banyak kalangan berbicara dan mencoba mendefinisikan tentang makna dari cinta itu sendiri. Dengan segala dasar pemikiran dan latar belakang yang berbeda, tentu akan menghasilkan definisi yang berbeda pula. Berbagai argumen telah dikemukakan, bermacam analisis pun juga telah diupayakan. Namun, kembali lagi, cinta tetap sesuatu yang susah untuk didefinisikan. Sehingga sampai sekarang, tidak ada satu definisi cinta yang disepakati oleh seluruh manusia. Suatu hal yang wajar menurut saya, karena cinta itu tidak dapat dikatakan, namun hanya dapat dirasakan.

Oleh sebagian orang telah berhasil melabuhkan cintanya kepada mahligai pernikahan, mungkin akan tahu bagaimana keindahan cinta itu sendiri (meski harus diakui tidak ada standard yang pasti tentang makna keindahan itu sendiri). Walau secara jujur juga harus kita katakan bahwa cinta juga selalu memiliki sisi yang membuat negative emotions seseorang bergejolak. Namun, itu adalah hal yang wajar dan terlalu lumrah saya rasa. Pernikahan tanpa sesuatu yang membuat perasaan nggak enak bukanlah sebuah pernikahan, namun lebih berupa mimpi belaka. Istilah Bunda saya, pernikahan tanpa masalah seperti mobil tak beroda. Nggak bisa jalan. Sehingga cepat atau lambat, mereka akan terpaku di tempat dan perlahan karam di telan ombak kehidupan. Suatu hal yang tentu saja tidak pernah diinginkan oleh setiap pasangan yang menikah.

Sedangkan pada sebagian orang lainnya, yaitu bagi mereka yang “gagal” untuk melabuhkan cinta, tentu akan memiliki ekspresi yang berbeda. Ada yang marah setengah mati, ada yang menjadi dendam seumur hidup, ada yang menjadikan racun serangga sebagai pelarian, ada yang lebih senang bergelantungan di pohon dengan leher terikat, ada yang mendadak hobi lompat bebas dari ketinggian, bahkan sampai ada yang memilih untuk hidup melajang sepanjang usia ketika pujaan hati tak dapat teraih. Wuih…

love

Pada kesempatan kali ini saya tidak ingin membahas tentang keindahan cinta dalam pernikahan. Selain karena saya sendiri belum mengerti seperti apa dan bagaimana keindahan pernikahan itu, juga saya rasa sudah sangat banyak buku yang membahas masalah tersebut. Karena itu saya ingin sedikit membicarakan tentang hal yang kedua, yaitu bagaimana merasa sukses dengan kegagalan dalam melabuhkan cinta. Sesuatu yang paradoks bukan? Seperti dalam dunia programmer, di mana antara kenyamanan dan keamanan adalah sesuatu yang pasti akan selalu berlawanan. Namun meski demikian, bukan berarti tidak dapat didamaikan alias diminimalisir, apalagi disandingkan secara sejajar.

Secara normal, tentu kita sepakat bahwa tidak ada seorangpun yang ingin merasakan negative emotions berupa sedih, sakit hati, kecewa, marah, dan lain sebagainya. Namun, hidup bukanlah sebuah jalan yang lurus tanpa hambatan. Banyak duri, kerikil, dan lubang yang siap menjegal kaki jika tidak hati-hati dalam melangkah. Jangankan dalam berinteraksi dengan manusia lain, terkadang negative emotions tiu sendiri bisa muncul akibat perilaku kita sendiri yang tidak tepat.

Kembali ke laptop; alias ke pokok pembahasan. Bahwa dinamika cinta itu hanya akan berujung pada dua hal, diterima (sukses) dan ditolak (gagal). Sebenarnya kedua-duanya adalah hal yang sama-sama baik dan positif, hanya saja ketidakmampuan kita dalam mengelolanya itu yang terkadang mengakibatkan munculnya perasaan negatif itu.

Saya teringat sebuah kisah tentang seorang ikhwan –di antara sekian banyak ikhwan- yang juga pernah mengalami dan merasakan pahitnya “kegagalan”. Panggil saja dia dengan AN. Saya tahu persis bagaimana besarnya perasaan AN kepada si akhwat. Seandainya ada satu kata yang bisa menggambarkan bagaimana bentuk dan besarnya perasaan itu, tentu mungkin telah dia ungkapkan. Saya rasa, kata cinta, masih belum mampu mencakup bagaimana bentuk perasaannya tersebut.

Sekian lama perasaan itu terus dipendam sembari terus berharap suatu saat ia berani untuk mewujudkan cintanya itu dengan menikahi si akhwat tersebut. Setahun lebih ia tetap berkutat dalam kesendiriannya itu untuk menjadi seorang pendamba saja. Hanya lewat tulisan-tulisan maupun curhat-curhat dengan sahabat-sahabatnya saja ia mengekspresikan perasaannya itu. Bahkan sampai ia bekerja di sebuah institusi pemerintah di luar daerah pun, perasaan itu tetap kokoh menghunjam dalam hatinya. Tapi, lagi-lagi ia hanya sanggup menjadi seorang pendamba.

Namun suatu hari, dengan keberanian –lebih tepatnya nekad-, ia tiba-tiba saja mengutarakan niatnya kepada si akhwat, meski dengan hanya sebuah bahasa isyarat. Namun, taqdir berkata lain. “Afwan akh, ana telahada pilihan yang lain. Ana mencintainya, dan diapun mencintai ana. Insya Allah kami tinggal menunggu waktu saja. Semoga anta segera mendapatkan bidadari yang anta harapkan.” Demikianlah kira-kira ucapan si akhwat tersebut. Si ikhwan pun ditolak.

Jujur, saya bisa menangkap dan merasakan bagaimana sakit dan bahkan kecewanya ia. Namun, entah mengapa, saya tidak melihat ada sebuah beban atau rasa sakit yang terpancar pada wajahnya. Bahkan sebaliknya, senyuman dan ucapan syukur senantiasa ia ucapkan. Benar-benar suatu hal yang aneh menurut saya.

Maka, saya mencoba menanyakan hal ini kepada AN. Dengan tenang ia menjawab, “Alhamdulillaah akh… Ana nggak apa-apa kok. Kalau dibilang sakit, ya sedikit. Kalo dibilang kecewa yang pastilah ada. Tapi kembali lagi, ana sangat bersyukur dengan semua ini. Mungkin agak aneh ya, dapat sesuatu yang agak menyakitkan kok bersyukur… Sebenarnya, pertama, ana bersyukur karena ana telah behasil menyampaikan keinginan ana untuk menikahi dia. Anta tahu kan, ana dari dulu paling nggak berdaya kalo berhadapan ma dia. Kedua, ana bersyukur karena hati ana sangat lega udah dapat jawaban, meski jawabannya nggak sesuai dengan yang ana harapkan. Ketiga, ana bersyukur karena Allah udah membuat ana mencintai dia, dan ini jarang-jarang lho akh, ana bisa kayak gini. Keempat, ana bersyukur karena ternyata dia bisa bahagia, meski bukan dengan dan karena ana.”

“Maksudnya?”, tanya saya. Dia menjawab, “Ana mencintai dan ingin menikahinya karena ana ingin membahagiakannya. Tetapi, jika ternyata tanpa ana ia bisa merasa bahagia, kenapa ana harus bersedih? Ana memang sudah berniat dalam hati untuk berusaha membuatnya bahagia dengan cara apapan. Dan mungkin salah satunya dengan merelakan ia bersama ikhwan pilihannya itu. Dan saya bisa menangkap sekaligus merasakan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini dengan ikhwan pilihannya tersebut. Jadi kenapa ana harus khawatir… Sekali lagi ana tegaskan, bahwa ana mencintainya bukan karena ana ingin memilikinya, namun semata-mata ingin membuatnya bahagia. Jika ternyata saat ini ia bisa merasakan kebahagiaan, maka berarti keinginan ana sudah tercapai bukan…?”

Saya bertanya lagi, “Anta tidak sakit hati atau kecewa gitu…?”. Dengan kembali tersenyum dia menjawab, “Sedikit sih. Tapi saya memang sudah siap untuk sakit hati atau kecewa. Karena cinta itu hanya bermuara pada dua pilihan, iya atau tidak. Diterima atau ditolak. Kalu nggak siap ditolak, ya nggak usah nembak. Kalo nggak siap sakit hati, ya nggak usah nikah. Kita kan nggak pernah tahu apa yang akan kita hadapi, jadi coba saja. Apapun hasilnya yang penting kita sudah berusaha. Saya bahagia kok ditolak, seperti saya bahagia jika seandainya saya diterima.”

“Yach, kegagalan adalah awal dari keberhasilan akh…”, kata saya. Sambil kembali tersenyum dia berkata, “Alhamdulillaah ana gak ngerasa gagal akh. Ana justru merasa telah berhasil.” “Maksudnya?”, Tanya saya yang memang bingung. Kembali tersenyum dia berkata, “Ya, setidaknya ana telah berhasil dalam 2 hal. Pertama, ana berhasil jujur pada diri ana pribadi dan juga padanya, bahwa ana memang benar-benar memiliki niat yang tulus dan serius padanya. Kedua, ana telah berhasil membuat dia bahagia dengan merelakannya bersama dengan orang yang dia cintai.”

“Anta aneh…!!!”, ujar saya. Sambil tersenyum dia berkata, “Cinta memang sangat aneh akh. Mungkin sudah saatnya kita harus sedikit merubah paradigma berpikir kita. Cinta itu bukan untuk memiliki, tapi untuk membahagiakan. Jika kita mencintai untuk memiliki, maka kita mencintainya seperti cinta seorang diktator, yang akan melakukan segala cara untuk memilikinya sehingga cenderung bersikap egois dan mengekang. Jika kita mencintai untuk membahagiakannya, maka kita mencintainya seperti cinta orang tua, yang akan melakukan segala cara untuk membuatnya merasa nyaman dan bahagia, meski mungkin ia tidak sadar dan tidak mengakui cinta kita.”

“Ana tambah pusing… Trus apa ini artinya anta sudah berhenti untuk mengejarnya?”, tanya saya kemudian. Dia menjawab, “Untuk mengejarnya mungkin iya akh. Tapi untuk berharap, ana masih belum berpikir untuk berhenti. Karena ana sangat ingin dia bahagia karena kerja keras ana akh, bukan karena keringat orang lain. Yach, paling tidak sampai kenyataan berkata bahwa ana udah tidak punya peluang lagi…”

Saya memang tidak sepenuhnya mampu mencerna bagaimana jalan pikiran teman saya itu. Tapi paling tidak, saya bisa melihat niat tulus dan besarnya cinta yang ia miliki pada si akhwat itu. Tapi, seperti yang ia bilang, cinta itu hanya bermuara pada dua hal, diterima atau ditolak. Bahagia atau sengsara. Keduanya adalah dua hal yang berbeda, namun mempunyai esensi yang sama.

Pusing ya…? Sama…! Namun, ada satu pesan yang bisa saya maknai dari kisah sahabat saya tersebut, bahwa :

“Cinta adalah bagaimana engkau membahagiakan orang yang engkau cintai. Dengan begitulah engkau merasa bahagia, dan dengan begitulah engkau mencintainya.

Cinta adalah bagaimana engkau bahagia saat orang yang engkau cintai merasa bahagia. Dengan begitulah engkau merasa bahagia, dan dengan begitulah engkau mencintainya.”

Namun, apapun persepsi anda tentang cnta, atau bahkan tenatng sahabat saya tersebut, bahwa kenyataannya memang beginilah cinta. Tidka ada satu katapun -saya asa- yang dapat menggambarkan dan mengejawantahkan kata yang penuh misteri ini.squadkuna

dicapai karena cinta. Keenam, dari hukum atau justifikasi yang terkait dengan cinta. Oleh sebab itu, muncullah berbagai definisi cinta yang diungkapkan banyak orang. Terkadang, tidak sepenuhnya salah, namun sama sekali tidak bisa menjadi definisi cinta itu sendiri. Bagaimana contoh definisi-definisi tersebut? Insya Allah akan kita bahas pada artikel selanjutnya. squadkuna